MUSIC FOR LIFE











{May 1, 2009}   Sejarah Perkembangan Musik

Sejarah Musik Rock Indonesia
Saya mencoba menyelamatkan sebuah arsip menarik yang penting tentang runutan sejarah perkembangan musik Rock Di Tanah Air. Untuk referensi dan sumber yang saya dapatkan dari hasil Googling ternyata berada dalam arsip mail seseorang. Silakan nikmati, niscaya anda akan seperti saya, yang terkaget-kaget membacanya.

Awal Mula
Embrio kelahiran scene musik rock underground di Indonesia sulit dilepaskan dari evolusi rocker-rocker pionir era 70-an sebagai pendahulunya. Sebut saja misalnya God Bless, Gang Pegangsaan, Gypsy(Jakarta), Giant Step, Super Kid (Bandung), Terncem (Solo), AKA/SAS (Surabaya), Bentoel (Malang) hingga Rawe Rontek dari Banten. Mereka inilah generasi pertama rocker Indonesia. Istilah underground sendiri sebenarnya sudah digunakan Majalah Aktuil sejak awal era 70- an. Istilah tersebut digunakan majalah musik dan gaya hidup pionir asal Bandung itu untuk mengidentifikasi band-band yang memainkan musik keras dengan gaya yang lebih `liar’ dan `ekstrem’ untuk ukuran jamannya. Padahal kalau mau jujur, lagu-lagu yang dimainkan band- band tersebut di atas bukanlah lagu karya mereka sendiri, melainkan milik band-band luar negeri macam Deep Purple, Jefferson Airplane, Black Sabbath, Genesis, Led Zeppelin, Kansas, Rolling Stones hingga ELP. Tradisi yang kontraproduktif ini kemudian mencatat sejarah namanya sempat mengharum di pentas nasional. Sebut saja misalnya El Pamas, Grass Rock (Malang), Power Metal (Surabaya), Adi Metal Rock (Solo), Val Halla (Medan) hingga Roxx (Jakarta). Selain itu Log jugalah yang membidani lahirnya label rekaman rock yang pertama di Indonesia, Logiss Records. Produk pertama label ini adalah album ketiga God Bless, “Semut Hitam” yang dirilis tahun 1988 dan ludes hingga 400.000 kaset di seluruh Indonesia. Read the rest of this entry »



{May 1, 2009}   Proses Menciptakan Lagu

Senjata utama dalam menciptakan lagu adalah mood. Jika mood sedang jelek, maka akan susah membuat lagu yang bagus. Jangankan menciptakan lagu bagus, membuat satu lagu utuh pun belum tentu bisa dilakukan jika mood kita sedang jelek. Agar mood kita baik, bisa kita lakukan dengan memikirkan hal-hal menyenangkan ataupun hal-hal menyedihkan. Atau mood juga bisa muncul dengan menciptakan lagu ditempat-tempat yang tidak bisa, seperti menyendiri di atas atap rumah, di kamar orang lain, teras rumah yang lengang, kamar mandi, pantai, puncak gunung, menyendiri di tempat terbuka pada malam hari ketika langit cerah atau bisa juga ketika turun hujan. Pokonya tempat2 yang tidak biasa deh.
Read the rest of this entry »



{May 1, 2009}   Perkembangan Musik

Perkembangan industri musik di Indonesia membaik dari tahun ke tahun. Apresiasi berbagai pihak kepada para penggiat musik pun kian menggembirakan. Ditopang kemajuan teknologi, para penggiat musik juga kian kreatif, produktif, dan variatif menunjukkan kiprahnya. Berderetnya pergelaran pemilihan penyanyi terbaik atau favorit di media televisi dalam beberapa tahun belakangan menjadi bukti kian tingginya apresiasi musik di negeri ini.

Konser-konser musisi Indonesia di luar negeri, bahkan, diprediksi bakal kian semarak pada 2008. Pengamat musik Bens Leo mengatakan, musik Indonesia di 2008 masih akan didominasi band-band anak muda seperti Nidji, Samsons, Ungu, dan Letto. “Mereka akan kian berkibar di 2008. Musik mereka didukung sinetron dan film layar lebar yang memakai lagu-lagu mereka sebagai tema,” kata Bens.

Beberapa band lawas seperti Slank, Dewa, dan Padi, menurut Bens, tetap bertahan di blantika musik nasional dengan kekuatan jenis musik yang tidak berubah secara signifikan. “Mereka akan tetap punya penggemar. Musik mereka juga masih mampu bersaing dengan genre musik yang baru,” jelasnya.Indra Q, mantan personil Slank, punya pandangan berbeda. Ia justru tak yakin industri rekaman berprospek cerah pada 2008. “Sehubungan dengan menurun drastisnya penjualan album, saya lebih meyakini pasar nada sambung pribadi (NSP),” ujar Indra yang juga pemilik studio musik IQALA di bilangan Cempaka Putih, Jakarta Timur.

Indra, personel BIP yang sedang sibuk membantu mastering album musisi seperti Tompi, Ada band, dan Netral, menjelaskan bahwa fenomena NSP sangat membantu penyanyi/band lokal Indonesia. “NSP kan nggak bisa dibajak. Sebuah lagu penuh harus di-download,” tandasnya.

Fenomena pemilihan penyanyi melalui media televisi dan festival grup vokal/band dengan menggandeng perusahaan rokok raksasa telah pula menjadi industri yang terbilang sukses di Tanah Air dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2008, menurut Bens, pentas musik di berbagai daerah dengan merekrut musisi jalanan dan kompetisi band-band indie (independent) akan tetap menjadi lahan berprospek cerah. “Ini juga membantu perkembangan musik nasional yang notabene diisi talenta-talenta muda yang luar biasa di berbagai daerah luar Pulau Jawa.



{May 1, 2009}   Groupis

» GROUPIS Artis, Enaknya Dikit Sakitnya Lama

GROUPIS? Sebutan untuk “penggila/penggemar/fans berat” satu band atau artis ini, kini mulai disinggung-singgung lagi. Meski tak terang-terangan, tapi siapa sih yang tidak setuju adanya groupis di dunia hiburan?

Di luar negeri, groupis sudah menjadi bagian dari sebuah konser band besar. Tak usah besar, band-band tanggung pun sukses menuai gropis yang tidak sedikit. Malah pernah dikabarkan, salah satu band besar, selalu berpesta dengan groupis usai konser. Pesta apa? Tak jauh dari pesta seks dan narkoba.

Beberapa musisi luarnegeri yang “dekat” dengan groupis adalah Rolling Stones [baca: Mick Jagger], kemudian Aerosmith. Malah voalisnya sempat punya anak dari groupis yang kini menjadi bintang besar Hollywoord, Liv Tyler.
Read the rest of this entry »



et cetera